Regret it and forget
Ketika target tidak tercapai, ketika janji tidak terpenuhi, ketika semua tidak berjalan sesuai keinginan, ketika penyesalan datang, ketika nasi sudah jadi bubur, ketika semua sudah terjadi. Yang harus lu lakuin cuma menyesali dan melupakannya. Semua benar, tidak ada yang lebih buruk dari sebuah penyesalan. Penyesalan dateng di akhir dan disitu usaha lu dinilai.
Hari ini gue anggep gue gagal. Gue gagal mencapai target, gagal tepatin janji ke orang tua, gagal menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Gagal. Memang terkesan perfeksionis, tapi ini perasaan dimana lu jadi orang mundur yang gabisa belajar dari pengalaman. Oke, ini bukan masalah remed mtk, ini masalah pencapaian. Disaat target lu ga remed, lu remed. Gagal karena lu dapte nilai 11/15. Nilai emang bukan hal utama, tapi disitu usaha lu dilihat. Orang bilang, reaksi = aksi, mau bilang sebesar apa usaha lu tapi kalau hasilnya kurang ya berarti usahanya kurang. Berpikir kalau semua ini adalah kesalahan dari kondisi, mungkin ulangan di komputer membuat nervous atau gimana, cuma pemikiran seperti ini salah ternyata. Ini masalah kedisiplinan lu terhadap waktu dan penghargaan lu terhadap sesuatu. Ini bukan tentang kondisi, ini tentang attitude. Gue gagal buat ber-attitude baik dalam hal ini. Disaat lu tetep mengeluh seperti ini, orang orang bilang "gausah terlalu gitu, kan gagalnya banyakan, lu masih ada temen". Ini bukan masalah gagal sendiri atau gagal bareng, ini masalah target dan pencapaian. Kalau semua orang gagal, berarti memang problem nya susah, tapi disini, ada beberapa orang yang berhasil mencapai target, berarti kesalahan ada pada usaha. Jujur, gue udah berusaha, tapi emang gue akui, gue belum benar benar ber attitude baik dalam usaha gue. Ok, let say gue sedikit santai. Well, sertifikat yg lu punya ga menjamin buat lolos ulangan mtk.
Gue sadar, ini yang namanya penyesalan yang datang di awal. Ini memang masih awal, tapi suatu pencapaian yang tidak tercapai itu membuat semuanya menjadi menyulitkan. Yang harus lu lakuin adalah bergerak maju dan terus bertahan, tapi di awal, lu udah nginjek rem dan bergerak mundur menjauhi tempat finish. Pembalap lain sudah menancap gas dan bergerak lebih maju meninggalkan lu yang masih menginjak rem. Sedih, gue akuin gue sedang sedih. Bukan karena remed mtk (nilai bukan segalanya) tapi karena usaha yang tidak maksimal.
Jujur, gue mulai takut untuk mencoba.......kegagalan sedikit membuat gue jiper. Cuma gue harus menginjak gas dan menyusul pembalap lain. Gue masih berharap, di lintasan yang berliku menuju tempat finish itu gue ga tergelincir seperti ini. Tempat finish masih sedikit jauh dan waktu balapan pun masih ada, mau gamau gue harus ngebut, entah apa yang akan gue terima, sampai finish dengan senyum atau dengan kekecewaan, gue masih berharap dan percaya pada diri gue.
Semangat. Ga ada hal yang bisa membuat semangat selain diri lu sendiri, dan hari ini cukup memukul gue untuk berpikir lebih maju dan ber attitude lebih baik dari hari ini. Target harus tercapai dan tempat finish harus dicapai dengan senyuman. Itu keinginan gue untuk saat ini, mecoba menjadi manusia yang bergerak maju. Bismillah. Gue bisa, gue pasti bisa, gue harus bisa !
Terima kasih Allah, hari ini kau menyadarkanku tentang pentingnya suatu target dan attitude kehidupan. Selamat sore.
Komentar
Posting Komentar